Kamis, 27 Desember 2012


[A]ku

            Apakahakusudahmendapatkansegalanya?
            Asa yang benar – benar indahkah yang sampai hati mampu menggantikan posisi Tuhan – ku yang teramat tinggi itu.Yang selama ini aku muliakan, aku nomor satukan.
Asa yang menebar wangi semerbak tanpa aku butuh farfum untuk bisa mendapatkan wangi sempurna. Perasaan apakah ini yang menghampiri keperawanan naluri yang masih mentah? Belum lagi tumbuh bermekaran, dia sudah beranak – pinak liar diantara ilalang – ilalang yang saling berebut lahan untuk dijajah.
            Aku buta, tapi aku bisa melihat. Sebenarnya apa yang buta? Kenapa harus ada sepi saat hiruk – pikuk berhasil menggelorakan raga, walau jiwa tetap mati suri dalam bilik – bilik kelam yang kusebut hibernasi panjang.
            Ketika aku mampu berlari, bersembunyi dari mata – mata jalang yang senantiasa akan menerkam. Bersiap – siap dengan taring – taringnya yang tajam seakan – akan aku takut. Takut? Apakah mereka pikir aku peduli? Apakah mereka pikir aku pengecut? Tidak! Mereka hanya kumpulan mata yang tak memiliki kaki yang mampu mengejar langkahku lebih cepat, mereka juga tidak punya tangan yang mampu mencakar dan meremukkan tubuhku.
            Aku siap! Aku terbiasa hidup diantara hati – hati yang tercabik tapi tidak mati, namun lukanya cukup membawa dalam penderitaan neraka jahanam. Berjuang melewati kisah diantara kisah hati – hati yang tercabik. Berusaha menahan tumpahan air mata yang nyatanya membanjiri hatiku sendiri. Aku hampir hanyut diantara mereka, tepat ketika kutemukan sebuah perahu. Ini bukan perahu kertas yang kau kenal. Dia terbuat dari kayu yang sedikit rapuh. Perahu rapuh yang lama mengapung diantara hati – hati tercabik, berharap masih ada yang bisa selamat. Ternyata aku, aku berhasil selamat karena kuatku, pikirku. Tapi perahu terlalu rapuh, dia tak mampu menahan bebanku yang begitu berat. Satu persatu kudengar suara patahannya “krak!Krak! Krak!” begitu bunyinya.
            Hingga patahan terakhir, hampir saja aku tenggelam kedua kali tepat ketika aku melompat kesebuah batu besar. Lagi – lagi aku berhasil, itu karena kelihaianku, pikirku. Namun batu terlalu licin, aku tak mampu menjaga keseimbangan tubuhku. Aku terjatuh, terjatuh lagi. Dan kali ini tenggelam.
 Tubuhku tenggelam. Aku menggelepar ketakutan. Aku butuh nafas, mana bisa aku hidup tanpa nafas. Berusaha berenang walaupun pada dasarnya aku buta akan itu.
            Jika aku mati sekarang, aku menyesal. Sebab aku keluar dari rumah pagi tadi tanpa permisi pada Bunda. Beliau pasti mengkhawatirkanku, ia memiliki penyakit jantung. Aku tak mau sijanda itu mati mengenaskan tanpa ada yang menangisi. Jika aku mati sekarang, aku menyesal tidak bisa menghapus air matanya diakhir pekan ini. katanya, aku sudah membuatnya menangis walaupun sebenarnya aku tak tahu salahku apa. Jika aku mati sekarang, aku bahkan sangat menyesal karena telah mati tenggelam dalam lautan air mata yang kuciptakan sendiri.
            Sebuah arus bergelombang berusaha menegakkan tubuhku yang mulai lemas. Aku tegak berdiri, ya aku berdiri di tengah – tengah lautan air mataku sendiri. Nyatanya lautan itu hanya setinggi pinggangku. Ya, hanya setinggi pinggangku. Aku tersenyum puas sekali, ternyata aku berhasil. Aku selamat karena semangatku, pikirku.
            Aku berjalan ke tepi menuju padang rumput yang hijau. Aku ingin segera menyambut matahari tanpa peduli pada tubuhku yang basah kuyup. Aku ingin mengatakan pada angin bahwa aku telah berjuang. Sesampai di tepi, aku melihat padang rumput tapi tidak hijau, dia hitam. Matahari juga tak tampak, langit hitam. Dimana? Aku butuh cahaya! Aku ingin rumput kuhijau, aku ingin matahariku.
            Perjuangan apa ini? Sampah! Kenapa semuanya gelap? Kenapa langit tak biru? Dalam tangisku,  dalam asa yang terajut hampa, dalam semerbak wangi yang menghilang, dalam terang yang tak lagi bercahayadan  dalam perjuangan yang kembali pada titik nol.
            Aku merasa aku juga rapuh, namun aku tak sekuat perahu kayu yang mampu mencari hati – hati untuk diberi tumpangan. Aku teramat rapuh. Aku butuh cahaya.
            Tertunduk dan sedih dalam keakuanku atas apa yang kulakukan selama ini. Berjalan sendiri tanpa ada yang menemani, tanpa ada yang mengulurkan tangan untuk berjalan bersama melewati waktu hingga ke batas.
            Setelah apa yang kuperoleh, aku masih merasa ada yang hilang, masih merasa ada yang kosong. Entah apa. Sementara aku punya banyak energy, aku punya banyak cinta untuk diberi, hatiku terisi penuh dengan kasih. Tapi mengapa selalu ada tempat kosong? Apakah itu? Dimana dia? Bisakah dia hadir mengisi tempat kosong itu? Membawaku dalam kedamaian yang kubutuhkan, bukan kuinginkan. Dia yang sejak awal bersamaku untuk membangun segunung asa yang kami sepakati bersama yang kata mereka tidak masuk akal. Dia menjemputku, membawaku menuju kedamaian yang kubutuhkan. Namun daging ini, daging yang terlalu lembek untuk mengalahkan sebuah keinginan. Hingga dia meninggalkanku pada suatu perjalanan asa. Aku tak peduli, aku punya keinginan yang telah kusepakati sendiri. Aku berlari sendiri, aku ingin menggapainya. Sebuah ambisi yang besar yang aku sendiri tak dapat mengukur betapa besar keinginan itu. Nyatakah? Atau hanya imajinasiku saja dalam dunia dongeng yang aku juga buat sendiri. Dalam dunia yang orang tak perlu menggunakan kaki jika ingin pergi ke suatu tempat, tinggal kepakkan saja sayapnya dan mereka pun akan sampai ketempat tujuan. Dunia yang orang tak butuh bekerja keras untuk mencapai keinginannya, tinggal goyangkan saja tongkat sihirnya maka keinginan mereka akan terkabul.
            Namun semuanya semu. Hampa. Dan tak memiliki makna apa – apa. Aku tersadar dari mimpiku yang panjang. Aku mengingat dia yang meninggalkanku pada suatu perjalanan asa. Dia atau aku yang telah meninggalkan? Iya, aku yang telah meninggalkannya. Tapi dimana? Aku tak mengingat lagi jalan itu. Jalan dimana aku telah meninggalkannya.
            Aku tertunduk penuh penyesalan, membiarkan wajahku tenggelam dalam pangkuanku sendiri. Sepi. Tak ada siapa – siapa hanya isak tangisku yang menjadi – jadi. Sementara seberkas sinar menghampiriku, menyentuh ujung rambutku yang masih meneteskan air, kemudian menyelimutiku sehingga aku merasa hangat. Aku hangat, aku merasa damai. Langit pun biru, matahari pun terbit, rumput pun hijau. Aku bahagia, aku menari, aku bernyanyi. Tapi apakah itu? Cahayakah? Atau hanya kunang – kunang?
            Ah… aku tak peduli. Aku masih punya hati. Dan aku yakin cahaya tadi melihat hatiku, dia masih menempati posisi teratas, belum ada yang berhasil menyentuh kursinya apalagi melengsernya. Dan aku tahu, semua bukan karena kuatku, kelihaianku, dan bukan karena semangatku. Tapi karena dia satu – satunya. Satu – satunya yang menemani melewati waktu hingga ke batas.
            Dan aku akan berjalan mundur, menjejaki langkah – langkahku yang kemarin. Hingga aku menemukannya kembali di jalan dimana aku meninggalkan dia.

[A]ku

            Apakahakusudahmendapatkansegalanya?
            Asa yang benar – benar indahkah yang sampai hati mampu menggantikan posisi Tuhan – ku yang teramat tinggi itu.Yang selama ini aku muliakan, aku nomor satukan.
Asa yang menebar wangi semerbak tanpa aku butuh farfum untuk bisa mendapatkan wangi sempurna. Perasaan apakah ini yang menghampiri keperawanan naluri yang masih mentah? Belum lagi tumbuh bermekaran, dia sudah beranak – pinak liar diantara ilalang – ilalang yang saling berebut lahan untuk dijajah.
            Aku buta, tapi aku bisa melihat. Sebenarnya apa yang buta? Kenapa harus ada sepi saat hiruk – pikuk berhasil menggelorakan raga, walau jiwa tetap mati suri dalam bilik – bilik kelam yang kusebut hibernasi panjang.
            Ketika aku mampu berlari, bersembunyi dari mata – mata jalang yang senantiasa akan menerkam. Bersiap – siap dengan taring – taringnya yang tajam seakan – akan aku takut. Takut? Apakah mereka pikir aku peduli? Apakah mereka pikir aku pengecut? Tidak! Mereka hanya kumpulan mata yang tak memiliki kaki yang mampu mengejar langkahku lebih cepat, mereka juga tidak punya tangan yang mampu mencakar dan meremukkan tubuhku.
            Aku siap! Aku terbiasa hidup diantara hati – hati yang tercabik tapi tidak mati, namun lukanya cukup membawa dalam penderitaan neraka jahanam. Berjuang melewati kisah diantara kisah hati – hati yang tercabik. Berusaha menahan tumpahan air mata yang nyatanya membanjiri hatiku sendiri. Aku hampir hanyut diantara mereka, tepat ketika kutemukan sebuah perahu. Ini bukan perahu kertas yang kau kenal. Dia terbuat dari kayu yang sedikit rapuh. Perahu rapuh yang lama mengapung diantara hati – hati tercabik, berharap masih ada yang bisa selamat. Ternyata aku, aku berhasil selamat karena kuatku, pikirku. Tapi perahu terlalu rapuh, dia tak mampu menahan bebanku yang begitu berat. Satu persatu kudengar suara patahannya “krak!Krak! Krak!” begitu bunyinya.
            Hingga patahan terakhir, hampir saja aku tenggelam kedua kali tepat ketika aku melompat kesebuah batu besar. Lagi – lagi aku berhasil, itu karena kelihaianku, pikirku. Namun batu terlalu licin, aku tak mampu menjaga keseimbangan tubuhku. Aku terjatuh, terjatuh lagi. Dan kali ini tenggelam.
 Tubuhku tenggelam. Aku menggelepar ketakutan. Aku butuh nafas, mana bisa aku hidup tanpa nafas. Berusaha berenang walaupun pada dasarnya aku buta akan itu.
            Jika aku mati sekarang, aku menyesal. Sebab aku keluar dari rumah pagi tadi tanpa permisi pada Bunda. Beliau pasti mengkhawatirkanku, ia memiliki penyakit jantung. Aku tak mau sijanda itu mati mengenaskan tanpa ada yang menangisi. Jika aku mati sekarang, aku menyesal tidak bisa menghapus air matanya diakhir pekan ini. katanya, aku sudah membuatnya menangis walaupun sebenarnya aku tak tahu salahku apa. Jika aku mati sekarang, aku bahkan sangat menyesal karena telah mati tenggelam dalam lautan air mata yang kuciptakan sendiri.
            Sebuah arus bergelombang berusaha menegakkan tubuhku yang mulai lemas. Aku tegak berdiri, ya aku berdiri di tengah – tengah lautan air mataku sendiri. Nyatanya lautan itu hanya setinggi pinggangku. Ya, hanya setinggi pinggangku. Aku tersenyum puas sekali, ternyata aku berhasil. Aku selamat karena semangatku, pikirku.
            Aku berjalan ke tepi menuju padang rumput yang hijau. Aku ingin segera menyambut matahari tanpa peduli pada tubuhku yang basah kuyup. Aku ingin mengatakan pada angin bahwa aku telah berjuang. Sesampai di tepi, aku melihat padang rumput tapi tidak hijau, dia hitam. Matahari juga tak tampak, langit hitam. Dimana? Aku butuh cahaya! Aku ingin rumput kuhijau, aku ingin matahariku.
            Perjuangan apa ini? Sampah! Kenapa semuanya gelap? Kenapa langit tak biru? Dalam tangisku,  dalam asa yang terajut hampa, dalam semerbak wangi yang menghilang, dalam terang yang tak lagi bercahayadan  dalam perjuangan yang kembali pada titik nol.
            Aku merasa aku juga rapuh, namun aku tak sekuat perahu kayu yang mampu mencari hati – hati untuk diberi tumpangan. Aku teramat rapuh. Aku butuh cahaya.
            Tertunduk dan sedih dalam keakuanku atas apa yang kulakukan selama ini. Berjalan sendiri tanpa ada yang menemani, tanpa ada yang mengulurkan tangan untuk berjalan bersama melewati waktu hingga ke batas.
            Setelah apa yang kuperoleh, aku masih merasa ada yang hilang, masih merasa ada yang kosong. Entah apa. Sementara aku punya banyak energy, aku punya banyak cinta untuk diberi, hatiku terisi penuh dengan kasih. Tapi mengapa selalu ada tempat kosong? Apakah itu? Dimana dia? Bisakah dia hadir mengisi tempat kosong itu? Membawaku dalam kedamaian yang kubutuhkan, bukan kuinginkan. Dia yang sejak awal bersamaku untuk membangun segunung asa yang kami sepakati bersama yang kata mereka tidak masuk akal. Dia menjemputku, membawaku menuju kedamaian yang kubutuhkan. Namun daging ini, daging yang terlalu lembek untuk mengalahkan sebuah keinginan. Hingga dia meninggalkanku pada suatu perjalanan asa. Aku tak peduli, aku punya keinginan yang telah kusepakati sendiri. Aku berlari sendiri, aku ingin menggapainya. Sebuah ambisi yang besar yang aku sendiri tak dapat mengukur betapa besar keinginan itu. Nyatakah? Atau hanya imajinasiku saja dalam dunia dongeng yang aku juga buat sendiri. Dalam dunia yang orang tak perlu menggunakan kaki jika ingin pergi ke suatu tempat, tinggal kepakkan saja sayapnya dan mereka pun akan sampai ketempat tujuan. Dunia yang orang tak butuh bekerja keras untuk mencapai keinginannya, tinggal goyangkan saja tongkat sihirnya maka keinginan mereka akan terkabul.
            Namun semuanya semu. Hampa. Dan tak memiliki makna apa – apa. Aku tersadar dari mimpiku yang panjang. Aku mengingat dia yang meninggalkanku pada suatu perjalanan asa. Dia atau aku yang telah meninggalkan? Iya, aku yang telah meninggalkannya. Tapi dimana? Aku tak mengingat lagi jalan itu. Jalan dimana aku telah meninggalkannya.
            Aku tertunduk penuh penyesalan, membiarkan wajahku tenggelam dalam pangkuanku sendiri. Sepi. Tak ada siapa – siapa hanya isak tangisku yang menjadi – jadi. Sementara seberkas sinar menghampiriku, menyentuh ujung rambutku yang masih meneteskan air, kemudian menyelimutiku sehingga aku merasa hangat. Aku hangat, aku merasa damai. Langit pun biru, matahari pun terbit, rumput pun hijau. Aku bahagia, aku menari, aku bernyanyi. Tapi apakah itu? Cahayakah? Atau hanya kunang – kunang?
            Ah… aku tak peduli. Aku masih punya hati. Dan aku yakin cahaya tadi melihat hatiku, dia masih menempati posisi teratas, belum ada yang berhasil menyentuh kursinya apalagi melengsernya. Dan aku tahu, semua bukan karena kuatku, kelihaianku, dan bukan karena semangatku. Tapi karena dia satu – satunya. Satu – satunya yang menemani melewati waktu hingga ke batas.
            Dan aku akan berjalan mundur, menjejaki langkah – langkahku yang kemarin. Hingga aku menemukannya kembali di jalan dimana aku meninggalkan dia.

Minggu, 11 September 2011

aku gak mau bapakku spt itu..................

beliau kan seorang guru. kenaapa disuruh ngecat tembok?'
miris sekali melihatnya.


aku di antara gerombolan bapak2 memakai baju dinas. salah seorang bapak berkata :"pak, gantilah baju dinasmu, nanti kena cat. kalau tiba-tiba bupati lewat trus diliatnya, kita juga yang malu."
"iya pak. gantilah pakaianmu," beberapa guru lain ikut menyela.


bapak yang mengecat hanya senyum dan melanjutkan pekerjaannya, mengecat. ntah kenapa, aku tiba2 sedih. gimana kalau bapakku diperlakukan spt itu?' ya Tuhan, semoga saja tidak ada yang memperlakukan bapakku spt itu, batinku.


"pak, boleh tanya?' bapak itu seorang gurukah?" tanyaku pada bapak2 pertama yang mengusulkan agar bapak yang mengecat itu mengganti bajunya.
"iya."
"lalu kenapa beliau mengecat tembok sekolah? memang tukang catnya tidak ada pak?"
"gak ada buk.bapak itu kan guru seni."
"ohhh... seorang guru yang dermawan mengecat tembok sekolah. lalu kenapa beliau harus mengganti baju dinasnya pak? kalau begitu apa bedanya bapak tersebut dengan tukang cat?kalau pun bupati melihat, seharusnya sekolah ini bangga punya guru yang berdedikasi tinggi terhadap sekolah, ya kan pak?"

Minggu, 07 Agustus 2011

brrr...

let me go home..
:)

everyone tell about their mom..
:)

just let me go home..
:)

not only ya guys who miss mom..
:)

i'm strong girl that become winner till the end of this...
:)

let me go home..
:)

i wanna see u mom just a moment..
:)

i wanna say ,"mom,, i love ya. i'll be a strong girl. just struggling until all of this finished.
:)

all is well..
all is well..

Kamis, 21 April 2011

polisi tidur..........

prihatin liat polisi2 tidur yang berserakan di jalanan, gak bertanggung jawab tuh yang buat..
sebenarnya mereka tau gak sih kalo membuat polisi tidur itu ada aturannya loh. gak asal buat aja..
niat baik mau mengurangi kecelakaan lalin dan keributan gara2 pengendara yang ngebut malah bisa bikin korban kecelakaan.
ya, aku hampir jadi korban gara2 polisi tidur yang baru dibangun tingginya wuuuiiiiihhhhhh luar biasa. bisa2 knalpot kolong sepeda motorku rusak.

sebenarnya apa sih gunanya polisi tidur?'
oke, jika aku telisik lebih dalam dari zaman ke zaman,, hhmmmpp......
polisi tidur itu gunanya untuk mengurangi kecepatan pengendara yang bisa menimbulkan korban kecelakaan maupun keributan akibat mesin kendaraan. biasanya dan sewajarnya polisi tidur itu di buat d daerah2 yang rawan kecelakaan, pemukiman warga, sarana2 umum spt sekolah, kampus, rumah ibadah, rumah sakit serta daerah2 yang banyak anak2 bermain.
trus, buatnya gak asal2an jugak,, harus ada izin dari Suku Dinas Perhubungan. bentuknya juga punya standarisasi. tinggi maksimal 12centimeter, dan dbuat agak landai. bukan tinggi menjulang kayak lompat batu di nias..
ck ck ck..
ini nih yang paling ngeri,, buat polisi tidur tepat di tikungan tajam. sayang, kemaren aku gak bawa kamera, jadi aku gak bisa moto tuh polisi tidur. laen kali lok lewat situ pasti ku foto..
ada jugak polisi tidur yang berdempetan, seharusnya tuh polisi tidur berjarak minimal 50 meter...

anyway, bijaksana lah dalam membuat polisi tidur. pikirin dulu apakah itu akan membuat aman atau malah sebaliknya, akan membahayakan....

Sabtu, 26 Maret 2011

to be a teacher......

Alasan mengapa menjadi seorang guru:

Sebenarnya ini adalah sebuah takdir, saya tidak pernah berniat menjadi seorang guru, apalagi menjadi seorang guru fisika. Tapi saya mulai mengubah sudut pandang saya mengenai hal itu. Ketika saya mengamati banyak guru yang bersifat konvensional dan bertahan dengan cara lamanya, menganggap bahwa mereka menguasai semua konsep. Masuk ke kelas dengan wajah tegang, lalu memaksa konsep-konsep yang dia kuasai untuk masuk ke otak siswa tanpa pernah peduli apakah siswanya menerima atau tidak. Saya ingin mengubah paham itu. Saya ingin menjadi guru yang berpikir filosofis dimana dalam mempelajari suatu konsep, dia mendiskusikannya bersama dengan murid-muridnya, meminta ide2 para siswa seolah-olah kami sama2 baru dengar konsep tersebut, dan menjadikan kelas tampak menyenangkan seperti halnya belajar kelompok dengan teman sebaya. Kebanyakan guru berpikiran bahwa penguasaan materi dalam bidangnya adalah hal yang hebat. Kalau begitu saya bertanya, “mengapa anda tidak jadi ahli Fisika saja jika anda menguasai seluruh konsep-konsep Fisika?”

Di sini perbedaan itu, guru yang hebat adalah guru yang memiliki kemampuan untuk memotivasi siswanya agar giat belajar.

Ini merupakan tantangan, dan saya suka tantangan. Saya tidak ingin menjadi kebanyakan guru yang hanya mau mengajar pada siswa-siswa yang sudah pintar saja, mereka bahkan malas merespon siswa yang sedikit ‘lemah’. Setiap hari si guru hanya bertanya pada siswa yang pintar, jika seperti itu, kapan siswa yang ‘lemah’ ini akan maju kalau si guru tidak respek terhadapnya?'

Seharusnya kita berpikiran, mengapa ada sekolah?' Sebab orang-orang merasa bodoh dan perlu belajar. Mengapa ada anak yang lemah?' Untuk itulah sekolah hadir agar mencerdaskan mereka. Namun pada kenyataannya, tidak ada perubahan yang signifikan terhadap anak yang lemah itu. Saya ingin mengubah persepsi tersebut bahwa tidak ada orang normal yang terlahir bodoh. Setiap orang memiliki kecerdasannya masing-masing. Seorang siswa mungkin saja lemah dalam bidang sains, namun dia bisa saja hebat dalam bidang seni. Disinilah peran guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mencari tahu apa sebenarnya potensi si anak didik tersebut. Dan lalu dapat menjelaskannya kepada orangtua. Sebab orang tua terkadang tidak mengerti tentang anak mereka. Ketika anak mereka mendapat nilai 5 pada mata pelajaran matematika, orangtua si anak pasti langsung memberikan les private matematika untuk si anak. Tanpa melihat nilai-nilai tinggi yang lain, bisa saja si anak memiliki nilai tinggi pada bidang seni. Dan mengapa tidak bakat seninya yang diasah? Pasti si anak akan lebih unggul lagi, dan bukan setengah unggul. lagi pula, Tuhan menciptakan manusia dengan keunikan masing2 serta keahlian masing2. Tuhan sendiri tidak bodoh, Dia tidak akan menciptakan manusia yang semuanya ahli dalam matematika dan sains. coba bayangkan bagaimana jadinya jika semua orang didunia ini menjadi dokter?' siapa yang bakalan menbangun rumah? siapa yang bakalan memainkan musik?' lagipula dunia ini akan membosankan tanpa adanya musik atau karya seni lainnya.

Dan ada pula guru yang nepotisme atau bersifat pilih kasih. Saya tidak tahu-menahu apa tujuannya, namun hal itu sangatlah fatal buat siswa yang merasa bahwa dia berada di bawah tekanan (korban dari praktek pilih kasih). Apalagi ketika si guru punya paham yang kuat dengan kesan pertama, mungkin kesan pertamanya terhadap seorang anak didik adalah bahwa anak tersebut kurang mampu. Selamanya si guru akan berpikiran bahwa anak itu tidak mampu dan kemampuannya tidak akan melebihi anak yang mampu. Namun ingat, dalam perkembangan kognitif, cara berpikir seseorang bisa saja berkembang, tidak ada yang statis. Saat si anak yang di-cap tidak mampu tersebut, berusaha keras untuk menjadi mampu. Namun si guru tidak berterima dengan perubahan itu. Dia tetap saja menganggap bahwa kemampuan si anak yang tidak mampu tadi tidak akan melebihi kemampuan anak yang mampu. Nah, pada saat nilai si anak yang tidak mampu tadi bisa melebihi nilai si anak yang mampu, dia merasa bahwa itu mustahil. sehingga di final, dia akan tetap membuat nilai si anak mampu lebih tinggi dari pada nilai si anak yang tidak mampu. Sangat fatal, si anak yang dianggap kurang mampu tadi akan kehilangan minat belajar. Dia berpikir bahwa jika dia belajar keras atau tidak, nilainya akan sama saja, tidak akan melebih nilai si anak mampu. Akhirnya dia malas belajar. Ini biasanya terjadi pada guru yang malas menilai, dia hanya aktif menilai berdasarkan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik diawal semester saja. Dan terkadang, terhadap siswa yang pintar si guru memberikan perlakuan yang istimewa. Sementara yang ‘lemah’ mendapat perlakuan tegas.

Tambahan lagi, ketika guru menerangkan di depan kelas. Kemudian setelah itu bertanya kepada siswanya dan siswanya tak satu pun mengerti. Maka si guru pun marah seolah-olah siswanyalah yang sepenuhnya salah dalam hal itu tanpa pernah berpikir : “apa yang salah dari yang kuajarkan? Apakah aku kurang jelas menerangkan atau kalimat-kalimat yang kupilih dalam menjelaskan terlalu sulit sehingga mereka tidak mengerti?”

Dalam hal ini, kecerdasan emosi perlu diaplikasikan.

Banyak hal yang sebenarnya tidak berkenan di hati saya. Saat itu saya berjanji: “jika saya menjadi seorang guru, saya harus mengubahnya dan saya tidak akan melakukan hal tersebut. Bersikap objektif, adil dan merata tanpa memandang unsur SARA.”

Saya ingin menambah apa yang kurang menurut saya berdasarkan dari pengamatan saya tentang guru selama ini. Untuk mengubah itu, saya perlu menjadi guru agar saya tahu dimana sebenarnya faktor-faktor yang menyebabkan hal-hal tersebut kurang dan meminimalisasikan faktor2 tsb. Dan saya ingin menjadi guru yang professional dan disenangi siswa.


sebenarnya, ini tugas matakuliah profesi kependidikan. tugas yang seharusnya 3 minggu yang lalu udh dkumpul, namun aku sendiri baru buat..

wkwkwkwkkwkwkwkwkwkkk. :-D

Selasa, 22 Maret 2011

pemimpin yang tepat..

menurutku, pemimpin yang tepat adalah pemimpin yang berasal dari kaum tertindas yang ingin maju. dimana ketika dia ingin menjadi pemimpin, dia berjuang sendiri dan berupaya sendiri dengan kemampuannya. dan ketika dia berhasil sampai dipuncak pemerintahannya sebagai pemimpin, dia tak akan main-main, sebab dia tau bagaimana berharganya perjuangan itu, bagaimana sulitnya menjadi hero dari zero, bagaimana susahnya jadi orang susah. dia bakal cepat tanggap terhadap keluhan-keluhan rakyat miskin, sebab sebelumnya dia telah merasakan hal itu sebelumnya.
gampang saja, ketika kw susah mencari pekerjaan bersama teman2mu. ketika kw menangis bersama teman karena kalian tidak punya persediaan uang buat membeli makan, jalan kaki pulang ke rumah sebab tak ada ongkos, sedih bersama ketika lamaran kerja ditolak. dan ketika kw sudah sukses, apa yang kw lakukan?' kw pasti mencari temanmu itu, sebab kw tw, dialah temanmu. bukan orang2 kaya yg ada dsekitarmu. kenapa kw lakukan itu? sebab kw berpikir, inilah orang yang mengerti aku, inilah orang yang sehati denganku. kw juga tw bahwa teman2 kaya mu itu tidak akan bs d ajak susah ketika suatu saat nanti kw akan susah.
ORANG KAYA MANA MAU DIAJAK SUSAH...

maka dr itu, ketika pemimpin kita berasal dr kaum tertindas atau miskin, beliau merasa bahwa kaum miskin dan tertindas itulah temannya. ketika ada permasalahan yang berkenaan dengan rakyat miskin, beliau akan sangat peka pada hal itu..
bedakan dengan seseorang yang sudah terlanjur kaya sejak lahir, dia tak akan cepat tanggap..
bahkan mungkin menganggap sangat remeh masalah itu...
"ahhkk... nantilah itu. masih bisanya di tahan orang itu, kan mereka udah terbiasa hidup miskin dan tertindas," begitu pikirnya..
karna apa?'
karna dia tak pernah merasakannya pahitnya jadi orang miskin dan tertindas..
hhhmmmpp,,...

Selasa, 15 Maret 2011

aku suka sendirian..

i like alone so much..
enjoy ma life without someone who can force me to be the others that i dislike..
think about ma future life,, smell aroma of plants,, close ma eyes and feel some wonderful things..
go to another place that never i was it before..
life is me,, and me is life..

sometimes,, many people consider that i'm freak human..
hahahaha...
i just wanna be a people who is trying to make a better life for themselves and enjoy their life with different way..
i hate to be ordinary people that run their life like every human in this world..
okay,, anyway,, we have different thinks

blog berantakan.........

blog ku berantakan..
jangankan orang lain,, aq z malas liatnya..
hahaha..
ntar z la q renovasi ulang rumah curhatku ni yaw..
cos awak ni busy sangat minggu2 ni..
hohoho....................

banyak nian yg prlu awak kerjain..
banyak nian orang2 yg menuntut tanggungjawab awak ni..
ada yang bilang awak idak punya komitmen tinggi,, ada yg bilang awak kabur dr tanggungjawab..
hadeeeeeeeehhh...
ate kam z nak we...
nga loja be dagingkon..
naeng pitpit matangkon..
hhmmpp............

Selasa, 08 Maret 2011

tentang tidur..

masih penasaran tentang tidur itu sebenarnya. apa yang terjadi pada diri kita saat tidur?'
apakah jiwa atau roh kita ikut tertidur juga?'
atau arwah kita keluar buat jalan2 nyari angin..
itulah yang kupikirkan saat aku SD..

aku berpikir saat kita tidur,, roh kita keluar dari tubuh kita. aku merasa tidur itu sama seperti mati. cuman bedanya kita masih punya nafas...
hahhaaa..

trus,, gimana kalo saat kita tidur. roh kita pergi dan gak balik lagi.. kita bakal mati..
itulah analisisku buat tetanggaku yang tiba2 ninggal saat sedang enak2 tidur,, padahal beliau sehat2 saja...
hehehe..

gak masuk akal ya?'
namanya juga pemikiran anak SD..
maklumlah..
^_~

Minggu, 27 Februari 2011

suka duka hadapi bersama...

tiga minggu tanpa air mengalir ke kamar mandi menyiratkan banyak kisah haru, lucu, dan kekompakan yang menyenangkan.
di awali dengan rabu pagi, teman satu rumahku ngirim sms k aq, "woiii... meteran kita dicurik maling.. gak ada air!!!"
sontak aku berlari ke kamar mandi untuk mandi. untung saja masih ada air buat mandi, soalnya aku ada kelas jam 8 pagi.

sementara temanku yang lain pada asyik nampung air. ternyata mereka semua masuk siang.
pulang dari ngampus, aku mendapati air yang msh belum mengalir k kamar mandi. kata pemilik rumah kost2an kami, kejadian itu sudah dilaporkan kepada pihak PDAM, hanya saja kami harus bersabar sebab meteran air itu akan dipasang paling cepat dua minggu lagi..
hufffttt...

setiap hari kami pun mengangkat air, mengisi bak dan ember2 sampai penuh. yang lebih parahnya, kami mencuci dipekarangan rumah, di dekat saluran air yang meterannya hilang itulah kami menampung air. pokoknya harus tahan malu lah kami. untungnya kami semua adalah perempuan2 yang tangguh dan gak mengkek (manja). hohoho...

"woiii!!! enak ya! kita punya sungai. nang, hati2! ntar kain mu hanyut," teriakku...
"iya, awas ada buaya nang!!!" sahut temanku yang lain.
dan kami tertawa gelak. tak ada yang mengeluh, seorang pun tidak.
^_^

semua orang yang lewat pada tertawa geli ngeliatin kami yang kayak orang kampung asli kali yang gak biasa nyuci di kamar mandi.
"apa klen!!! gak pernah liat orang nyuci piring ya!!!" celotehku pada tiga laki2 gak penting yang tertawa cekikikan ketika melihat aku nyuci piring..
"mantaP!" kata mereka..

tapi ada sisi positifnya juga sih. aku harus bangun subuh2 untuk mengangkat air dan mandi jam 6 pagi. sebab bakal banyak orang yang mandi, dan aku tak mau mengantri. kami punya dua kamar mandi, satu di bawah dan satu lagi d lantai atas rumah kami. hanya kamar mandi lantai dasar saja yang kami gunakan. hhmmpp... siapa sih yang sanggup tiap hari ngangkatin air ke lantai atas?'

selama dua minggu aku banyak belajar mengenai betapa pentingnya air dan betapa borosnya aku selama ini menghabiskan air secara tak karu-karuan. dengan sulitnya mendapatkan air, aku belajar mandi dengan seember air kecil..
huahuahua..
:-D

akhirnya, setelah dua minggu lebih, pihak PDAM datang dan memasang meteran air kami. kami pun senang, akhirnya kami bisa hidup normal lagi. namun ow ow.... masalah baru muncul, ada masalah dengan pompa air kami. kali ini, kami benar2 akan mati. saluran air tempat kami biasa nampung air telah terpasang meteran. alhasil kami sudah tidak punya sumber tampungan air lagi. huffftt..

siang itu, aku pergi ke kampus tanpa mandi. hanya membasuh tubuh dengan handuk kecil yang telah dibasahi air segayung. untung kagak ada orang yang tahu lok aku belum mandi.

sorenya, ketika aku pulang kuliah. aku menemui pemilik rumah kost2an kami.
"pak tua, gimana kabar air kami? sama sekali gak bisa nampung air loh pak tua. tadi siang aku ke kampus kagak mandi. malam ini juga kagak mandi. hahahahahha," ucapku sambil tertawa.
"kok ketawa kamu?" kata paktua pemilik kost2an dengan wajah miris..
"jadi kek mana lagi pak tua?' aku harus nangis?' mana mau aq, bagusan aku ketawak2 aja. hehe.."
"iya juga ya. hebat klen semua."
"iyalah pak tua, kami kan wanita tangguh,"ucapku sombong.

malam itu, aku tak tahu harus mandi kemana. yang jelas, aku harus memuaskan hasratku untuk mandi. gilak, sejarahnya aku gak pernah kagak mandi yang merangkap kek gini. walaupun aku kagak mandi pagi, paling tdk sorenya aku harus sudah mandi.

semua orang sibuk numpang mandi ke rumah ato kost2n temennya..
aku pun nge-sms temen q yang kostny lumayan deket denganku. kebetulan kamar mandinya ada di dalam kamar, jadi tak perlu ngantri2 lagi ma temennya yg lain..
"wq,, aq n seorg tmnku numpang mandi di kost mu ya..."
lalu d balasnya..
"gilak ko wq.. bla bla bla..."
intinya dy kagak ngasi izin. yg lbh malunya, temanku pulak yg pertama baca sms s kawan. malu lah aq jadinya, apalgi balasan sms ny spt itu.

akhirnya, kami numpang mandi d rumah tetangga. terakhir, kami punya nantulang. hohoho...
"kita ni mandi lawak2 y kan nang,"kata temanku ketika kami sedang mandi,

kamar mandi nantulang itu lucu. gak pakek atap. dan kami telanjang di bawah sinar bulan dan bintang. hohoho..
ngambil air pun harus nimba, dan timbanya pun gak pakek katrol. air yang ditimba dimasukin dalam ember besar yang berisi pasir, batu kerikil, dan ijuk2 yang biasa dijadikan sapu rumah, untuk menyaring air agar air yang kami pakai buat mandi tidak keruh lagi..
wow... keren!!!'

"seru kali y nang!!!" teriakku..
"y nang. mantaf kali kita nih. hahaha..."

malamnya, kira2 jam sebelas, aku dan teman sekamarku menampung air dari kamar mandi pak tua buat mandi esok pagi. dan kami pun mengangkatnya ke lantai atas. wow!!!'
esok paginya, saat aku sedang mandi. ku dengar temanku mengeluh, katanya, ada yang mengambil air nya dua ember. padahal dia mau pigi ngampus..
"jun, bagi air mu lah, aku mau mandi, ada kuliah kami."
"air ku pun kurang buatku."
ahh.. aq tak tega dengarnya. aku tak mau temanku itu mengalami nasib sama sptku, pergi kuliah tanpa mandi.
aku pun menyisihkan setengah ember buatnya untuk mandi. padahal aku sendiri masih kurang. tapi tak apalah, aku lebih senang berbagi dari kekuranganku.. hehehe..
"nang, itu ada air d kamar mandi. pakek lah..."
"air ku juga, ambillah sedikit," ucap temanku yang lain..
kami salinga berbagi, walaupun sempat ada sedikit perang dingin karena rebutan air. namun semuanya itu dapat dinetralisir. kami saling berbagi, susah dan senang sama2. yang jelas, kami wanita yang tangguh, gak manja, gak cengeng n gak gampang mengeluh.
cayyyoooo anak2 kost wiro sableng!!!!!'
wkwkwkwkkwkwkkwkwkwkwkk...

"kek mana ya kalok kita berpisah kelak. pasti kita tangis2an," kata seorang temanku..
huaaaaaaaaaaa..... semuany menjerit histeris...
"membayangkan ny aja udah sedih loh, nang," kata temanku yang lain..

ya, aq sadar. ikatan batin yang kuat dan rasa ingin terus bersama akan terjalin erat saat kita melewati kesusahan dengannya. ketimbang ketika kita hanya melewati senang saja..

PEREMPUAN2 TANGGUH ADA DI SINI, ANAK2 KOST WIRO SABLENG!!!'
ho ho ho...

kurikulum..

kurikulum muncul sejak tahun 1947, itu artinya setelah Indonesia merdeka 2 tahun. namun saat itu istilahnya masih rencana pelajaran, belum disebut kurikulum. kata kurikulum sendiri muncul pertama kali pada tahun 1968. katanya kurikulum berganti setiap 10 tahun sekali. tapi jika dihitung, kurikulum selanjutnya yaitu kurikulum 1975, yang artinya kurikulum berubah setelah 7 tahun. lalu berubah lagi menjadi kurikulum 1984, hingga ke KTSP yang muncul tahun 2006. setahu saya, mulai kurikulum 1984 hingga 2004 saja yang memenuhi syarat perubahan kurikulum berdasarkan jangka waktu.

actually, pertama kali saya mengecap kurikulum 1994 di bangku sekolah dasar. lalu lanjut ke KBK dan agak samar merasakan KTSP. yang jadi persoalannya adalah, mengapa tak ada perubahan dari setiap kurikulum?'
saya mengikuti banyak kurikulum, ketika saya duduk di bangku pendidikan, guru2 saya selalu mengataka : "sekarang kita telah menggunakan kurikulum berbasis kompetensi."
namun aplikasinya masih sama saja seperti kurikulum sebelumnya. guru tetap saja menggunakan metode lama dalam mengajar.

mungkin karena kurangnya pemahaman para guru mengenai kurikulum yang baru. untuk itu para guru harus mengikuti yang namanya seminar atau simposium atau penataran selama beberapa hari. dan siswanya pun ditinggalkan begitu saja.

kemudian si guru kembali ke sekolah dengan bekal ilmu pengetahuan mengenai pemahaman atas kurikulum yang baru namun tetap saja mengajar dengan metode lama.

yang jadi pertanyaannya sekarang adalah : mengapa kita harus mengganti kurikulum jika tidak ada manfaatnya?' kurikulum berganti hanya dalam bentuk dokumen, namun implementasinya tidak pernah berubah. belum lagi masalah dana dan waktu yang dihabiskan dalam program itu. guru-guru yang pada umumnya bingung mengenai paham kurikulum baru, siswa-siswa yang dirugikan sebab jam belajarnya disekolah tidak efektif dikarenakan guru yang tak dapat hadir berhari-hari karena sibuk mengikuti seminar kurikulum.

sebaiknya, kita tidak perlu mengubah kurikulum. cukup adakan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum, istilah kerennya revisi. itu menurut saya, agar lebih mengefektifkan waktu dan uang. setidaknya tak perlu memberitahukan lagi kepada guru mulai dari basic kurikulum tersebut..

Selasa, 22 Februari 2011

seperti Adam........

SEPERTI ADAM...
ya,, aku kira itu judul yang tepat untuk menggambarkan apa yang kurasakan..
hehhe..
aku merasa seperti adam,, itu kata temanku.

dari kecil,, aku selalu merasa bahwa Tuhan hanya menciptakan diriku seorang di dunia ini. hal ini kurasakan sejak akhir liburan waktu aq kelas tiga SD. sepupuku selalu berlibur ke rumahku ketika hari libur tiba. lalu mereka kembali lagi kerumahnya saat hari libur tlah usai..
sementara aku menetap di rumah. terkadang, ketika aku merindukan mereka, aku selalu saja berpikiran tentang mereka. apa yang mereka kerjakan. apakah ketika aku makan malam, mereka juga sedang makan malam, apakah ketika aku tidur siang, mereka juga sedang tidur siang. namun aku tak dapat membayangkannya. aku sadar, aku tak dapat merasakan jalan hidup mereka, begitu pun dengan mereka. aku merasa bahwa jalan hidup mereka terhenti sementara aku berlalu sangat cepat.

tiba akhirnya kami bertemu kembali setelah sekian lama, dan aku terkejut dengan perubahan2 yang terjadi pada diri mereka..
apa yang terjadi pada mereka?' bagaiman itu bisa terjadi?'

ya , seperti Adam. aku merasa Tuhan hanya menciptakan aku. dunia ini ada hanya untuk aku. dan Tuhan punya lemari ajaib yang besar yang berisi semua hal2 yang kubutuhkan. ketika aku membutuhkan sepupu2ku, Tuhan mengeluarkannya dr lemari ajaib itu. lalu menyimpannya kembali dan suatu saat nanti Dia akan mengeluarkannya kembali. sehingga aku tak tahu jalan hiduo mereka, dan aku merasa hidup mereka terhenti..

hahaha... pemikiran anak kelas 3 SD yg aneh dan bodoh..
hhmmpp...

Rabu, 16 Februari 2011

jang geun suk (ma precious)


sedikit terpukau waktu dy bener2 nyanyi mbil maen gitar d sebuah taman...
MY PRECIOUS- ntuh judul lagunya..
hohohoho..................................

bukan sbg jang geun suk,, tp Mugkyul...
keknya kek gitulah.....
arrggghhh..... gak tau aq nulis namanya..
pria kontemporer yang kreatif, apatis, premanis tapi sedikit manja...
amazing aja liat pria sangar kek preman tapi manja...
hohoho.......

Kamis, 10 Februari 2011

semuanya kembali lagi ke sudut pandang..

aku yakin, kw pernah menemukan ini, kw pnh mengenal orang2 spt ini, kw pnh mengetahui karakter ini, kw prnah memerhatikan seseorg melakukan ini, atau kw adalah pelakunya..
seseorang yg sudut pandangnya gak lebih baik dr org2 dgn kemampuan berpikir dan mesespon yg minim..
aku sering menemukannya, mungkin akulah salah satu orangnya..
istilah kerennya "orang yg sukak menjengkali oranglain". tipe orang sombong, menurutku. lebih parah dr apapun jugagh..
dy punya alasan menjengkali org lain sbab dy berpikir bhwa org lain itu gk lebih hebat dr dirinya (calon2 pecundang nih)
cth kalimatny spt ini,"hahaha.. kw mw jadi guru??? hancurlah murid2mu kw bwt."
apalah motivasinya mengatakan hal itu slain membunuh semangat org lain..
org2 spt ini gampang stres..
rasa iri ny sgt tinggi.. ketika seseorg yg d anggap ny mustahil melakukan hal itu tp tnyta seseorg itu mampu melakukannya. dy bakal depresi dgn ptnyaan ,"kok bisa ya?"
bhentilah menjengkali org lain, sebab kw akan kelihatan sgt bodoh d bwtnya. misalnya, ketika kw menjengkali aku. tanpa kw ketahui, diam2 aq udh menganggap kw bodoh dgn wawasanmu yg centek itu, berlagak pulak, merasa lbh hebat dr pd aq. knp aq katakan spt itu?' sebab kw tak tw ada sdikit wawasan yg mengatakan bhwa tingkat kecerdasan stiap manusia itu memiliki taraf yg sama namun dlm bidang yg berbeda-beda..
kw menjengkali dy hnya krna dy kurang dalam matematika. hey!' wake up friend!' kluar lah dr tempurungmu itu, ddunia ini bukan hanya bidang matematika saja yg ada. mgkn dy berbakat d bidang musik.

satu hal lagi,, jgn pernah memandang seseorang dr siapa dy,, dgrlah ap yg dkatakannya..
misalnya,, pengkotbah hr ini dgrejamu adalah seorang mantan judi. lalu dy mengatakan "jgn berjudi."
aq yakin, d otak mu psti msh berkata,"halah.. dy pn mantan judi. pain dy ngomong kek gitu."

STOP ANGGAP REMEH.

Selasa, 08 Februari 2011

tulang rusuk????????'

Ngomongin seputar tulang rusuk…

Gak ada hubungannya dengan mata pelajaran biologi mengenai organ tubuh manusia..

Ini tentang bagaimana cara mengasihani diri sendiri..

Hhmmpp..

Sabtu malam,, aku OL via Facebook…………

Ini kali pertama aku OL di awal libur semester…

Hohoho..

Ada satu chattingan aq dgn temanku yang kuingat,, kami membahas tentang tulang rusuk..

Xx : oiii luth!!!!!

Me : oiii!!!! Jugagh!!!’

Xx : pa kabar au??’

Me : luwar biyasa. U pa kabar? Gimana liburannya?’

Xx : menyenangkan. Hehhee.. u ndiri?’

Me : mantaff… gagh kangen kw ma abg XY?’ hehehe..

Xx : kangen lahh.. kangen kali pondh.. hahaha..

Me : kw telpon lah dy,, ato sms.. hehehe..

Xx : ahkk… malu. Liat2 foto n videonya jjah dah terobati kok.

Me : gud.. gud.. gud J

Xx : kok OL? Ggagh malam mingguan,, buk?’

Me : ni kan agi malam mingguan..

Xx : maksudny ma pacarmu lah..

Me : pacar dari hongkong maksud mu???’.. wwkwkwkkwwkk..

Xx : jjjiiiaaahh… jomlo au ya??’ kasiandhh.. ahhahahhahahaa..

Me : macam gagh aja kw bah.. hhmmpp…

Xx : hehheehee.. iya.. jomlo J

Me : kita gagh jomlo cuy.. tapi kita nueh pencuri yang handal..

Xx : maksudmu apa?’apa buktinya kita pencuri yg handal?’

Me : buktinya mereka belum menyadari bahwa yg mencuri tulang rusuk mereka adalah kita. Hohohoh…

Xx : hahhaaa… iya juga..

Me : makany qta bukan jomlo.. hehhee..

Xx : tapi gagh tau pulak aq tulang rusuk sapa yg kucurik nueh..

Me : samalah,,aq jg gagh tau. Mudah2n tulang rusuk s Orlando Bloom lah yg q curi. Hehhe..

Xx : bahhh… ngareb buk. Klo aq tulang rusuk bg XY aja udh lumayan..

Me : jjiiaahh.. lalap bg XY,, knp sih klen ntuh byk yg suka ma dy. Aq kok gk y?’

Xx : dy berkarisma..

Me : berkarisma?’ keknya dy bershogun lah. Mana karisma motornya.

Xx : loh kok tw kw motorny shogun?’ aq aja gak tw. Hhmmpp…

Me : aq pun gak yakin motorny shogun. Cuman warnanya hitam,, ya kan?’

Xx : warnanya pun aq gak tw.. hhmmpp..

Me : ahkk.. aneh kw. Katany sukak ama abg ntuh,, tp motornya jjah pondh tak teu..acem ntuh??’

Xx : jangan jangan…………………….

Me : jangan2 apa?’

Xx : jangan2 kw sukak ma dy ya?’ hayooooooooo ngaku!!!!!!!!!!!!’ hhmmpp…

Me : ngawur kw.. aq gagh adha perasaan ap2 ma dy ya…

Xx : ngaku jjah la, buktinya kw tw motornya..

Me : ya iyalah, motorny kn keliatan. Aneh kw..

Xx : udah lah… jujur jjah.. J

Me : (off line)

Daripada panjang perkaranya. Aneh ntuh anak. Padahal dia yg sukak, kok dipaksa-paksanya aq sukak ma orang yg gak q sukain. Bukannya ntar dy sedih,, jadi nambah saingan dy.. ck ck ck..

Masih tulang rusuk. Kali ini via sms:

Me : nang,, sepi nih…

Xw : iya nang. Sepi..

Me : lok udah kek gini,, jadi kepikiran TH. Lama x pondh Tuhan mempertemukan aq ma yg pny tulang rusuk ni..

Xw : dia ada diporsea nang.. hahahhahaha..

Me : bah.. dporsea nya tahe.. pantas lah gagh ktmu2. Aq kn gak pnh k porsea. Suruh kemari lah nang.

Xw : nanti ktany nang. Pas semester 7 abis PPL. Hehehe..

Me : okelah.. tapi suruhlah d panjarnya dulu.. hahhaa..

Xw : panjar ap nya nang?’

Me : ya dpanjar lah nang,, udah capek2 aq jagain tulang rusukny slama puluhan taun..

Xw : nang,, kita udah drumah. Gagh dkos lagi. Jgnlah dibawa-bawa metode hitung-menghitung yg anak kost itu. Hehehe..

Me : ini bukan masalah kost,, nang. Kalo itung2n cina ntuh gagh mengenal waktu dan tempat. Lagi pula,, ada uang ada barang. Dia harus membayar uang tebusan kalo pengen tulang rusuknya kembali utuh. Hohohohohooh..

Xw : ooo…. Dasar!!!’

i feel that i am special.. ^_^

This is about me..
Hhmmppp……………. ^_^
Actually I tried to be the others.
Well, back to d basic. It’s me, no more hiding who I wanna be. It’s real. Yeahh…
Aku bukan orang yg baik, Rata Penuhaku adalah orang yang mencoba baik. Belajar, belajar dan belajar. Belajar bukan berarti baca tulis dan berhitung. saja Tapi belajar juga bisa dari kesalahan. You know, everyone has past. But everyone can change. So, don’t judge someone from his/her past. Okay!!!!!!!’ ^_~
Banyak yg bilang aq plin-plan. Tapi aq bilang, aq ini moody. contohnya, ketika ada konser music klasik, temanku menawarkan tiket gratis buatku. Aku senang. Lalu aku langsung nerima tawarannya itu tanpa pikir panjang. Acaranya bakal dimulai pukul 7malam. Dan ketika pukul 7 kurang 15 menit, aku nelpon teman aku trus blg kalo aq gak jadi ikut. Hhmmpp………..
Dy bilang klo aq plin-plan. Padahal sbnarnya saat itu aq gak mood pergi kmana2. Kw taw, piano dan saxophone adalah dua alat music yg aq suka jika dimainkan. Apalagi kalo yg main ntuh seorang pria, wahhh………….. bisa2 ilerku ngalir saking terpesonanya. Hohoho…
Trus dalam hal milih2 baju. Hari ini aku bisa bilang sukak and 5 menit lagi gak sukak..
Tapi, kalo katanya udah “gak mood” apapun hal yg paling aq sukain bisa2 gak bakal kuminatin saat itu juga. Banyak hal lain lagi yg sgt merugikan krn ke-moody-an ku.. hhuuffttt…
Okey, back to d laptop. Aq orangnya paling gagh bisa difitnah atau dikatain sesuatu tentangku padahal menurutku, aku ntuh gak spt itu (mereka sok tahu tentang aku). apalagi fitnahan2 buruk. Aku bisa down. Gagh tau kenapa. Pokoknya aq bakal gagh bersemangat lagi. Misalnya: “kw sengaja ya ngelempar pulpennya kuat2 biar kenak mataku”. Ato “kw sengaja ya nginjek kakiku biar aq kesakitan.” Ato “ntuh s ruth pulang sekolah sore mulu, pasti kuat pacaran ntuh.” Ato “Ruth itu orang nya tinggi hati, makany dy gak mw gabung2.”
Sedih dengar kalimat kek gitu. Padahal itu semua gak benar. Hanya satu kalimat “gak sengaja”. Tapi kalimat itu gak ada gunanya. Yg ada ntar aku dsangkain membela diri. Kadang aq berpikir: “ya Tuhan, apakah aku sejahat itu?”
Mereka benar2 membunuh karakter ku.
Next, Aq orangny sangat memerhatikan kesehatan. Makanya aq sangat suka makanan non kolesterol alias MAKANAN GRATISSSSSS!!!!!!!!!!!! Hahahahhaa.
Eitss, jika kw pikir aq mw dkasi makan kotoran kambing gratis, kw salah bung. Sebelumnya saya minta maaf, bukannya saya tidak menghargai anda. Tapi bagi saya kotoran kambing dan sejenisnya bukanlah sebuah makanan. Jika menurut anda itu adalah makanan. Hhmmpp.. saya hargai kepercayaan anda itu. Hehehe…
Jadi, jika ada yg ngajakin aku makan, minum, jalan2, blanja ato apapun itu selama masih gratisan. Jangan khawatir, aq gak bakalan menolak. Hohoho……….. :-D
Jjiiaahh… ngomongin gratisan,, jadi inget kisah kasih di sekolah 2007 silam. Waktu itu masih suasana valentine. Kebetulan aq punya temen deket yg semarga denganku dan sama2 cadel. Trus ada lagi seorang laki2 yg semarga dengan kami jugagh,, tapi dy gagh cadel. S cowok nueh usil sangat, suka gangguin kami n ngata2in kami “celat”. Dy takjub kali liat kami. Katanya :”kok bisalah ada makhluk kek klen dpertemukan. Sama2 Ginting, sama2 celat, bekawan pulak. Hahahahhaa… untung aq gagh kek klen. Jauh2 lah aq, ntar kenak kutukan pulak kek klen..hahahaa..”
“jjiiaahh… kek dah bener jjahh kw. Liat ntuh bibir nak ajubillah dowernya. Lok mw pakek susuk jangan dibibir nape. Hahaha.. kirain bibirku yg paling tebal n dower. Tnyata masih adalagi yg belipat-lipat tebal n dowernya dr aq. Akakakkakaaakkkk,” ucapku ngakak.
“ngejek aja kw ya.”
Intinya, kami emank sama2 tukang ngejek. Tapi hari ntuh ntah mengapa. Mungkin krna tema nya hari kasih sayang. Tiba2 temanku ntuh datangin kami berdua ketika istirahat.
Dy bilang: “sorry y slama ni aq dah sering gangguin n ngejek2 klen duwa. Sbnarnya kita kan sodara, aq baru sadar skrang. Oia, ini ada coklat buat klen duwa. Adanya cuman sebatang, klen bagi duwa ya,” katany mbil ngasi ntuh coklat cadburry.
“sorry jugagh ya lok kami jugagh ada salah.”
Oke, hari ntuh hari sabtu. Ntuh jadwal aq and temanku Meli (yg celat itu) ke warnet. Biasalah, chatting, browsing, and sleeping. Ahhaahahhaa..
“kita makannya d warnet aja ya. Coklatnya biar aq aja yg nyimpan,”kata meli ketika bel istrahat berakhir. Aku dan meli bukan teman sekelas, tapi teman sekampung.
Oke, akhirnya nyampe jugagh d warnet. Sperti biasa, menyapa acik yg udah pikun. Padahal hampir tiyap hari k warnetnya, tapi slalu aja lupa namaku. Masalahnya dia gagh pernah lupa nagih uang ngNet. Hhmmpp…
“Mel, mana coklatnya?” tanyaku sembari ngNet.
“oia, nih.”
“baek kali s kawan ntuh ya. Coklat cadburry pulak dkasinya ama kita, yang gedek pulak ntuh. Ini kan coklat mahal.”
“iya.”
Ketika asik ngemut coklat. Aq merasa ada yg tak beres. Coklatnya aneh.
“ehh.. Mel. Coklatnya kok luber ya?” tanyaku heran sembari memandangi sisa batang coklat yg masih dalam bungkus.
“kebanyakan susu kali,” jawab Meli.
“mungkin jugagh,” gumamku tak memperdulikan keadaan coklat tersebut dan terus aja ngemut sambil ngNet.
Namun beberapa saat kemudian, aq memerhatikan kembali coklat tsb. Merasa tak terima dengan jawaban s Meli.
“ya ampuuuuuuuuuuuuunnn!!!!” teriakku.
“kenapa?”
“nueh coklat kadaluarsa. Januari 2005. Berarti 2 tahun lalu!!!!!!!!!!!!”teriakku.
Meli pun terpelongok tanpa bisa berkata apa-apa. Hampir beberapa menit kami berpandangan tanpa bicara.
Akhirnya aku angkat bicara.
“yodalah Mel, kita abisin jjah ya. Tanggung, tinggal setengah,”ucapku sambil meraih ntuh coklat.
“yoda,” sahut Mely mbil ikut makan jugag. “kw pun ntah hapa triak2 bilangin kadarluarsa. Mw ny ntuh abis dulu coklatnya, barulah kw baca ntuh tanggalnya.”
“iya kan Mel. Maunya kek gitu ya. Biar kita bisa histeris, trus buang bungkusnya and purak2 muntah lah kan.”
Mely mengangguk.
“kasian jugagh s Erlando ya. Kenak tipu tukang jualan dy, kita deh yang jadi korban,”ucapku mbil lahap mencomot coklat.
“he-eh.”
Esoknya, aku dan Mely berniat mendatangi Erlando buat ngasi tau lok coklat yg dkasinya ntuh kadarluarsa. Belum sempat kami ngasi tau ttg kasus ntuh coklat. Tiba2 jjah Erlando ngtawain kami ketika melihat kami yg mw menghampiri dy.
“jjiiaahh… masih hidup klen?” tanyanya mbil ngakak.
“kenapa kw bilang gitu?” tanyaku heran.
“emangnya gak klen makan coklatku yg kmaren.”
“coklat kadarluarsa itu kan? Iya, kami makan. Knp rupanya?” tanyaku.
“hahahahaa… jadi dah tau klen lok ntuh kadarluarsa?”
“jadi kw sengaja ya?” tanya Meli sewot..
Erlando ngakak..
“kurang ajar kw!” kata Mely lagi..
Aq pun ikot2n emosi..
“ntuh coklat 3 tahun lalu mw q kasi ma gebetanku waktu valentine. Tapi tnyta dy keburu punya pacar. Jadinya q simpan. Trus pas valentine ni, aq ingat klen. Ya q kasi ajala ma klen. Wkakakakakkakaakakaka..”
GURBAKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!!!!’ dasar!!!!!!!!!!!!!!!’
Lalu, aq adalah salah satu penganut paham kamarisme. Sekarang ada tuh istilah anak rumahan. Nah, aq ntuh termasuk anak kamaran. Aq sanggup berdiam diri spanjang hari hanya dalam kamar. Aku gak terlalu suka jalan (tergantung mood). Paling jalan2ku hanya sekitar dapur dan kamar mandi. Sisany balik lagi ke kamar. Hehehe…
Gak taw kenapa spt itu. Ortuku jjah sampe heran dan bahkan takut. Makanya dulu emakku sempat bilang kalo aq d dalam kamar, kamar ntuh gak boleh d kunci. And gak jarang tiap menit beliau atau bapakku bolak-balik k kamar untuk melihat keadaanku. Mereka takut mungkin aq bakal bakar kamarku ato sedang merakit bom.
Kata emakku, dy curiga lok aq pemakai narkoba makanya aq sering di dalam kamar (ini nueh akibat banyak nonton berita criminal). Didalam kamar palingan aq bereksperimen dengan kertas dan pulpen. Kadang aku nulis cerita, kadang aku bikin puisi, kadang aku corat-coret, kadang menggambar-gambar, kadang mentato tubuh aq ndiri. Hahhahaaa..
Mungkin karna emakku liat2 tatoo dibadanku makanya beliau menuduhku memakai narkoba. Trus beliau sering meriksa lenganku apakah ada bekas suntik ato tidak. Hahaha… palingan dy hanya menemukan bekas suntik imunisasi waktu bayi. Yang lebih konyolnya, ortuku membeli buku tentang bagaimana ciri2 anak yg terkena narkoba. Hahahahhaa… aq sih maklum,, namanya juga ortu. Aku juga bakalan kek mreka.

yg lain, aku sudah jatuh cinta sejak pertama kali pada sesuatu yg bernama "musik".. music is ma life..
dunia mati kalok aku gak dengar musik. but,, aku gak mesti denger musik kalok pengen denger. coz musik udah mengalir d otakku serta diseluruh tulang2 sumsumku.. semuanya dipenuhi musik..
lucunya,, temanku pernah bilang,"ruth,, kw lagi dengerin musik pakek headset ya?"
"gak ahk,, hr ni aq gak bawa headset. knp?" tanyaku.
"badanmu goyang2 terus. kw macam denger lagu."
"ya, aq emank lagi denger lagu insomnia nya craig david. mantap x musiknya,, remiks2 gimana gitu."
"serius dulu kw. kuperhatikan badanmu sukak kali bergoyang-goyang kayak dengarin musik."
"iya, aq serius. musik adalah darahku. darah adalah nyawaku. hahahhaaa."
aku pencinta musik sangat.. badanku mang sukak bergoyang-goyang sendiri tanpa kusadari. alna ntuh musik mengalun d otakku..
apalagi kalok ada musiknya beneran. badanku makin bergoyang-goyang gak jelas. kadang2 temen2 cowokku malah bilang :"sok eksotis kw,, ruth"..
akakaakkakakakakakakkkk...
gak sadar ntuh lohhhhhhhhhhhhhhhhhhh..........

anyway,, susah ketebak..
moody so pasti..
gak tawulah,, aku sendiri kadang2 suka bingung..
mungkin emank spt yg dkatakn temanku,, aku ntuh kontemporer (aneh dan sulit dimengerti)..

anyway,, no way lah..
hahahahhaa..
kajol..

tp aku ngerasa kalok aku ntuh orang yg spesial..
whahahahaa..